Sabtu, 02 Oktober 2010

Tugas 2 (ISD), Farhah, 12110612, 1ka31

Sosialisasi adalah sebuah transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
Contohnya : Tata krama terhadap sesama manusia, gotong royong, berinteraksi antar sesama manusia, saling tolong menolong, dll.

Macam- Macam Pola Sosialisasi

Dalam lingkungan keluarga kita mengenal dua macam pola sosialisai, yaitu dengan cara represif (repressive socialization) yang mengutamakan adanya ketaatan anak pada orang tua dan cara partisipasi. (participatory socialization) yang mengutamakan adanya partisipasi dari anak.

Jenis Sosialisasi

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua : sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.

Sosialisasi primer

Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota dan lingkungan keluarga dengan cara bertahap. Dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
Dalam tahapan ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting, sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Di dalam berkeluarga, orang tua mencurahkan perhatian untuk mendidik anaknya agar memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yg benar melalui penanaman disiplin sehingga membentuk kepribadian yg baik bagi si anak. Selain itu, orang tua juga harus lebih spesifik dalam pengawasan perilaku sang anak di luar rumah. Mulai dari cara anak bergaul dengan teman-temannya. Karena seorang teman juga bisa membawa pengaruh baik maupun buruk terhadap anak anda.

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi.

Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.

Ada dua tipe sosialisasi adalah sebagai berikut :

Formal yaitu Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
Contohnya, Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan di sekolahnya. Dalam berinteraksi, ia mengalami proses sosialisasi. Dengan adanya proses sosialisasi tersebut, siswa akan sadar tentang apa yang harus ia lakukan, juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri.

Informal yaitu Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sanak saudara, dll.

Menurut Charles H. Cooley
Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut.
1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain
2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.
3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut.

Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya.

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi.
Ada 4 Agen Sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, Teman, media massa, dan
Lembaga Pendidikan Sekolah/ Kursus.
Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Selain itu, harus didukung dengan media komunikasi yang baik.

Jadi, sosialisasi merupakan hubungan timbal balik antar makhluk hidup. Tanpa adanya sosialisasi, maka tidak adanya juga kelangsungan hidup.

( Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar